T-A-R-A-J-E-K-2
12 September 2010 3 Komentar
Seperti apa yang saya tuliskan pada posting sebelumnya T-A-R-A-J-E-K-1. kali ini mencoba melanjutkan cerita perjalanan berapa tahun lalu. Di daerah yang memiliki monument sepatu tersebut selain yang disebutkan pada tulisan sebelumnya, saya juga ditemani oleh mas agus yang sekarang juga tidak dapat dihubungi karena no hp yang tercatat juga tidak aktif.
Suatu malam mas agus sebelum terpejam dan lena dalam mimpi malam penghias tidur bercerita. Ceritanya begini (semoga ada yang mau baca ya…)
Di sebuah desa pada salah satu kecamatan kabupaten Bandung dilaksanakan KKN atau sekarang ada yang menyebutnya dengan P2M (Praktek Pemberdayaan Masyarakat) atau istilah yang lainya yang dilaksanakan oleh sebuah perguruan tinggi. Beragam kegiatan yang dilaksanakan termasuk membantu kegiatan masyarakat menggali sumur.
Proses penggalian sumur tersebut ada 2 mahasiswa betawi yang ikut berpartisipasi membantu menarik hasil galian dengan tambang, sementara dibawah adalah masyarakat asli desa tersebut yang menggali sumur. Setelah beberapa menggali dan mahasiswa tersebut menaikkan hasil galian dan sudah agak letih mahasiswa tersebut bertanya pada bapak yang di dalam sumur
| Mahasiswa
Bapak Mahasiswa Bapak mahasiswa |
:
: : : : |
Bapak sudah capek belum
ya, capek dan panas udara disini Bapak mau naik? Tanya mahasiswa tersebut Ya, Tarajek….. ….????????? |
| Akhirnya mahasiswa terdiam dan bapakpun terdiam dalam seribu bahasa. | ||
| Selang beberapa waktu kemudian datang seorang ibu yang membawa minuman. | ||
| Ibu
Mahasiswa Ibu Mahasiswa Ibu Mahasiswa |
:
: : : : : |
ini mas minum dulu, dalam bahasa indo logat sunda
ya bu, makasih lagi istirahat ya? Bapak dimana? Dibawah masih menggali, tapi kok lama tidak ada suara, disuruh naik bilangnya Tarajek. lo, jadi bapak bilang gitu. Tarajek itu tangga mas……. …………. |
Dan ternyata sang bapak sudah lemas di dalam sumur karena kesalah pahaman memahami kata tarajek. Namun alhamdulillah masih bisa tertolong.
Nah, begitulah yang diceritakan mas agus sebelum tidur malam itu. Masih dalam suasan lebaran, Mohon Maaf Lahir dan Batin untuk shobat semuaya.
Kemaren di kecamatanku ada lomba gerak jalan, mulai dari tingkat sekolah sampai tingkat umum. maklum, namanya juga kecamatan kecil sehingga tidak terlalu banyak peserta gerak jalan. sekitar 50 peserta lomba yang ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut.
penyergapan yang dilakukan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror di Temanggung, Jawa Tengah, belum pasti Noordin M. Top, berita ini sudah disambut gembira. Sebagai ungkapan rasa itu, digelar lomba menangkap bebek-bebek buronan teroris paling dicari itu di Kali Wadas, Kesesi, Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (9/8).









Yang Berkomentar