Belajar Bergurindam Bukan Asal Gurindam
30 November 2011 2 Komentar
Kehidupan blogger seakan tidak lepas dari update dan update. BW sekaligus belajar. Terlebih dengan tantangan-tantangan yang selalu hadir dengan kontes-kontes yang memerlukan konsentrasi untuk menghasilkan sebuah karya yang lebih dan terus semakin baik. Bukan sekedar menulis tanpa jelas tujuan dari tulisan yang diterbitkan.
Sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh seorang blogger acakan seperti saya, mampu menulis apa adanya yang lebih sering tidak berkaitan dan berubah topik dari satu paragraf ke paragraf lainnya.
Ada tantangan foto Chelenge, tantangan untuk menulis gurindam, tantangan mengerjakan pekerjaan blog (PR) dengan 11 hal tentang ini dan tentang lainnya. Tanpa adanya konsentrasi tentu akan menghasilkan sesuatu yang tidak sedap dipandang, terlebih enak dibaca (yang penting enak dirasa).
Menulis tips dan trick pun tidak bisa, kemungkinan pembaca akan kebingungan memahami maksud dari penulis. Hemm… menjadi penulis tidak semudah meminum secangkir kopi di WAROENG BLOGGER yang tinggal sruput dan maknyus.
Menulis gurindam, mungkin hampir sama dengan pantun nasehat. hemm bagaimana bisa memberikan petuah melalui pantun kepada orang lain, jika menasehati pribadi masih belum mampu.
Bingung untuk menulis gurindam meskipun hanya sekedar 4 baris kalimat, tapi tidak kenapa dech ya kutip ulang baris terakhir pada posting sebelumnya.
Tebak-tebakan yuk tebak tebakan
Satu Tali dua sepatu
disuruh makan aku makan
disuruh ngaji aku tak tahu
Kutipan tersebut merupakan sebagian besar dari pribadi saya yang hanya bisa berceloteh, ibarat pepatah tong kosong nyaring bunyinya. Bersuara nyaring bagaikan teriakan keras yang menantang, padahal aslinya tidak berisi kosong melompong tanpa isi secangkir kopipun di dalamnya.
Dari pada tidak ikut meramaikan, bikin ramai saja perhelatan Kontes Menulis Gurindam Muharram, mohon maaf kepada penyelenggara saya hanya menjadi corong saja tidak berpartisipasi sebagai peserta terlebih sebagai sponsor. Sekali lagi mohon maaf.
Kepada sobat yang bisa menulis gurindam, silahkan tulis gurindam. Dan sebagai penutup terimalah yang satu ini:
Nulis Gurindam Kontes Blogger
Ketik dengan Sebelas Jari
Jangan Ada demdam Para Blogger
Kritik dan Sarang Setulus Hati










Saya mau jadi corong juga ah untuk acara gurindamnya (tapi di sini koar koarnya, hehe).
Ayoo ayoooo.. ikutan bergurindam riaaaaa….!
hay00 hayoo lepaskan gendamnya, eh gurindamnya
Gurindam emang bukan hal yang mudah. buhkan hanya tidak mudah untuk ditulis, tapi juga tidak mudah dipahami. Saya yang dah 5 tahun di tanah Gurindam [Riau] aja, masih keteteran soal yang satu ini. Yang terkenal tuh Gurindam 12-nya Raja Ali Haji..
Apalagi saya ya mas yang baru dengar beberapa hari lalu istilah gurindam