Story Pudding : Dikejar Kebarat Larinya Ketimur Juga
5 Oktober 2011 28 Komentar
Dua tahun lamanya jejaka itu menjalin hubungan tanpa saling tahu antara satu dengan yang lain. Hanya dengan komunikasi jarak jaruh hubungan itu dapat bertahan selama dua tahun, komunikasi melalui telepon, surat meskipun hanya cerita pengalaman keseharian. Hampir tiap minggu selembar kertas dialamatkan sebagai ganti kehadiran sosok yang sedang dilanda kasmaran.
Kasmaran jarak jauh mulai terjalin, rasa cinta itu tumbuh walaupun hanya terkesan dari sebuah gambar yang saling dikirimkan diatara keduanya.
Tahun kedua sudah berjalan. Sebuah ucapan dari sang kekasih membuat jejaka itu merasa panas dan ingin segera merealisasikan mimpinya. Meminang sang kekasih yang jauh berada di Barat sana. Jauh dari tempat dia berada. Sebuah ucapan “Tahun ini, setelah lebaran, siapa yang datang melamar, dialah mungkin jodoh saya” kata sang kekasih.
Jejaka itu merasa harus mencapai mimpinya, meminang kekasih yang dia dambakan dan bersanding dalam kehidupannya. Berangkatlah jejaka itu menuju sebuah tempat yang belum pernah dia tahu sebelumnya, tanpa uang saku lebih. Hanya sebuah ponsel butut dan pakaian yang melekat di badannya dia melangkah menuju tempat itu.
Sekitar 15 jam lebih menumpuh perjalanan, dan sampai di sebuah terminal kota tujuan. Perjaka itu tidak tahu harus kemana melangkah dari terminal itu. Badannya sudah terasa gerah, keringat yang membasahi pakaian selama perjalanan telah menjadikan badannya terasa gerah. Namun apa boleh buat, uang saku yang dibawa tidak cukup untuk membeli baju, hanya modal nekat untuk mengejar cinta yang telah menghipnotisnya selama hampir dua tahun.
Melalui pesan singkat akhirnya dia bertanya arah yang harus ditempuh, dan akhirnya tibalah perjaka itu disebuah daerah yang dikenal pusat pengrajin sepatu di daerah barat sana.
Pas maghrib dia sampai di depan sebuah stasiun televisi pemerintah dekat pom bensin, mencari arah kemana dia harus melangkah memasuki gang melalu pesan singkat dan ucapan Halo, saya harus kemana dari sini. Alhamdulillah Sebelum isyak akhirnya dapat memasuki sebuah rumah, dan itulah pertama kali pertemuan selama dua tahun dalam hubungan cinta rahasia.
Mana tas mas, setelah istirahat beberapa waktu di sebuah kursi diteras rumah. Tidak ada jawab perjaka itu, hanya pakaian yang melekat di badan yang dibawa demi mengejar sebuah asa. hemmmmm.
Malam belum terlalu larut. Sedikit bincang-bincang dengan keluarga tentang hubungan selama ini. Namun apa yang terjadi. “Mohon maaf mas, seperti yang telah saya katakan pada mas beberapa bulan lalu, jauh sebelumnya. Siapa yang datang melamar, mungkin itulah jodoh saya, sekali lagi mohon maaf mas, karena hari yang lalu orang itu seminggu yang lalu telah datang, dan 3 hari lalu telah resmi mengikat hubungan kami, saya betul-betul minta maaf mas.”
Dapat sahabat bayangkan betapa terpukul hati perjaka itu, namun dia berusaha tersenyum dan mengulurkan tangan pada calon suami perempuan itu, calon pendamping wanita yang telah mengisi bayang-bayang ilusi selama hampir dua tahun. Selamat, dan tolong jaga dia, ucap perjaka itu.
Tiga hari lamanya perjaka itu menginap di rumah wanita impiannya, mendapat sambutan hangat, komunikasi yang baik meskipun rencana keberangkatannya tidak terlaksana.
Hari ketiga, perjaka itu pamit untuk melanjutkan perjalanan menjenguk saudaranya yang sedang berada di sebuah asrama menunggu keberangkatannya ke tahan arab sebagai TKI. Tanpa tahu lokasi, tanpa tahu alamat dia pun berangkat dengan tujuan sebuah kota bernama TANGERANG. Hemm nekat laki-laki bego tersebut, uang saku pas-pasan, baju yang juga sudah 4 hari belum ganti (bau pastinya).
Dan akhirnya sampai juga kota yang dituju walau sempat kebingungan karena tidak sampai terminal. Dari bis naik bis kota, dari bis kota naik angkot dan sampailah disebuah swalayan SABAR SUBUR. Di swalayan itu menunggu dijemput saudaranya. Tidak berapa lama sosok wanita mungil datang menghampiri, dah tadi kak, ayo ikut.
Menuju sebuah asrama PJTKI, dari sanalah awal pertemuan dengan seorang wanita yang sekarang menjadi pendamping hidupnya. Tanggal 20 Desember 2006 awal pertemuan walau beberapa hari sebelumnya sempat dikenalkan melalui telepon.
19 Januari 2008 perjaka itu melangsungkan pernikahan dengan wanita yang dikenalkan saudaranya di Asrama PJTKI.
Itulah sedikit perjalan seorang perjaka yang mengejar cintanya kebarat, namun akhirnya lari ketimur. Perjaka itu adalah saya sendiri, mengejar cinta di sebuah sentra pengrajin sepatu sampai di tangerang, tapi yang menjadi pendamping sampai saat ini dan semoga akan selamanya dari bagian timur negeri ini. Sebuah daerah bernama FLORES Nusa Tenggara Timur.
Sekelumit kisah sedih namun dapat diambil hikmah bagi saya, bahwa seperti apapun yang kita rencanakan, Allah jua yang menentukan . Dikejar Kebarat Larinya tetap ketimur juga.

Kisah ini diikutsertakan pada “A Story Pudding For Wedding” yang diselenggarakan oleh Puteri Amirillis dan Nia Angga










hii salam kenal iya dari vira ..
jangan lupa mapir keweb vira iya di http://www.rumahkiat.com/ vira mau berbagi pengalaman nih.:)
wah bagus juga iya blog ka2 … ^_^ good luck iya…..
SALAM BLOGER INDONESIA..:)
salam kenal juga, terima kasih atas kesempatannya mampir di blog yang sangat sederhana ini
Itulah jodoh, hanya Allah yang tau. semoga rumah tangganya langgeng sampai akhir hayat.. amien
makasih ya udah ikut berpartisipasi
manusia hanya bisa berencana dan tidak dapat menentukan
amin, terima kasih atas doanya, dan terima kasih telah diakui cerita sederhana yang saya miliki ini mbak
biar satu di istana yang megah,satu di kolong jembatan,kalau memang jodoh di ranjang pengantin kan ketemu jua,love,peace and gaul.
gaul always
he.. he.. he..
Ping-balik: Bloggers Tidak ada Salahnya Matre « CITRO MADURA
*blog walking*
ikut komen ah.. ceritanya menyentuh sekali. intinya bagaimana menanggapi suatu masalah dengan bersikap dan berpikir positif ya mas? cmiiw
apanya yang tersentuh mas??
betul harus bisa menyikapi persoalan dengan positif Ting Ting
he.. he.. trims BW dan komennya
Ping-balik: Tidak Bisa Menulis Gurindam « CITRO MADURA