Penjual dan Pembeli Sarung

Alhamdulillah, puji dan puja syukur selayaknya harus selalu kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang berkat rahmat serta hidayah-Nya kita masih dapat menghirup udara segar sampai saat ini.

Tak terasa detik-detik akhir Ramadhan sudah berada diambang jendela, gema takbir akan berkumandang, ada yang sedih, ada yang gembira menyambut datangnya hari raya Idul Fitrih. Bersamaan dengan hal tersebut, melalui serangkaian kata yang terjalin menjadi kalimat yang mungkin usang, ijinkan saya mengucapkan
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRIH 1432 H
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN

MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Menjelang lebaran, tentu selain busana muslim, bagi kaum muslimin Sarung merupakan pilihan busana yang lazim dipergunakan untuk kemasjid atau sekedar silaturahmi kerumah tetangga dan sanak famili.

Cerita soal Sarung, khususnya SARUNG SAMARINDA, saya ada sedikit cerita lucu dan mungkin nyeleneh. Kurang lebih ceritanya sebagai berikut:

Musim tembakau, di daerah saya dikenal dengan musim duit. Harga tembakau yang menjanjikan dan panen tembakau yang baik, secara otomatis akan menaikkan taraf ekonomi masyarakat, meskipun masih banyak yang salah kaprah dalam mepergunakan uang hasil panen tembakau. Uang dipergunakan tanpa kontrol untuk membeli kebutuhan hidup, bahkan sebagian orang bisa dikatakan menikmati masa jaya dengan memenuhi kesenangan mereka (tanda kutip). lho cerita lucu dan nyelenehnya dimana? ni ada dibawah…. D D

Jika musim tembakau, dengan sekantong uang hasil penjualan tembakau kemaren, pada hari pasaran bapak-bapak dengan sarung yang digulung besar dan tinggi sebelah berangkat kepasar untuk mendapatkan sarung ganti yang sudah lusuh termakan usia. Di depan penjual sarung, seorang bapak duduk dan bertanya “Ada sarung yang paling mahal tidak?”. Karena sedang banyak duit, jadi bukan kualitas yang jadi ukuran, tanpa harga mahal menjadi patokan. Tidak jarang moment tersebut dimanfaatkan pedangang SARUNG untuk menaikkan harga diluar batas.

Lho cerita lucunya dimana ya? bingung sih mau ngarang cerita lucu, tidak pakar dalam hal menulis lelucon padahal sudah pembuat lelucon tapi kok ceritanya tidak lucu ya? Lanjut lagi yuk….. yuk… (Bahasa apa ya???).

Setelah mendapatkan sarung yang diinginkan, kalau tidak salah SARUNG SAMARINDA SUTERA waktu itu, sang bapak langsung mengganti sarung yang dipakai dengan sarung yang dibeli di depan penjual. Sarung yang dipakai dari rumah dimasukkan dalam tas sarung baru dan ditinggal di tempat penjual sarung.

Bicara tentang Sarung Samarinda, saya juga punya sehelai sarung yang dibeli 3 tahun lalu, pada tahun ini 4 kali akan menemani saya untuk sholat IED di masjid. Awet kan, makanya sarung samarinda tetap terkenal karena awet dan motif yang semakin beragam.

Itulah sekelumit cerita tentang sarung pada musim tembakau di daerah saya, namun itu dulu, sekarang mungkin saja masih ada. Jika ada yang merasa seperti itu mohon maaf dan jangan tersinggung. Marilah kita jadi konsumen yang baik dan tidak terlalu konsumtif yang akan menjadi korban para penjual yang selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Cerita yang sangat tidak nyambung ini saya ikut sertakan dalam Berbagi Cerita tentang Sarung. Yang mau ikutan, cerita yuk sekalian update blog. Selamat ulang tahun buat kakakin, sukses selalu.

Perihal citromduro
Seorang anak manusia yang jauh dari sempurna belajar mengenal dunia melalui internet untuk mendapat tambahan pengetahuan dan berbagi sedikit dari sedikit yang diketahui dengan harapan dapat meningkatkan kedewasaan serta bisa hadir menjadi orang yang benar-benar dewasa. Apa yang anda baca pada tulisan diatas ini hanyalah sekedar corat coret, Jika merupakan suatu yang benar adalah kebetulan, jika merupakan suatu yang salah adalah memang keterbatasan dari sang penulis yang serba terbatas. Untuk mengikat silaturahmi, silahkan tinggalkan komentar apapun, makian sekalipun mungkin itu akan menjadi cambuk bagi diri saya. Kunjungi juga blog personal citrosblog[dot]com, Atau SEO Learning ala newbie versi inggris, atau bergabung pada sebuah group Warung Blogger untuk saling bercanda dan berbagi disana. Salam hangat selalu dari pamekasan madura

11 Tanggapan untuk Penjual dan Pembeli Sarung

  1. kakaakin mengatakan:

    Wah… ternyata Sarung Samarinda terkenal sampai ke daerah Mas Citro ya… :D

    Terima kasih telah ikutan “Berbagi Cerita Tentang Sarung”
    Sudah saya catat sebagai peserta.

    • citromduro mengatakan:

      Terima kasih mbak, sukses acaranya

  2. alamendah mengatakan:

    Selamat memeriahkan kontes BCT Sarung, Cak.

    • citromduro mengatakan:

      Ikutan memeriahkan acara Kakaakin nih kang

  3. damasmuslim mengatakan:

    makai sarung itu bagaimana sih? jujur saya tidak pernah bisa rapi memakai sarung, pasti berantakan…
    saya heran lihat bapak-bapak yang sarungnya bisa rapi-rapi…

    • citromduro mengatakan:

      Dilipat dan digulung mas

  4. Batavusqu mengatakan:

    Salam Takzim

    Usaha menambah sahabat terkadang salah
    Usaha menambah ilmu terkadang keliru
    Dipenghujung Romadhan yang penuh berkah
    kusambut Aidil Fitri dengan rindu

    Mohon maap segala salah
    Mohon maap kekeliruan itu
    Minal Aidin wal Faidin

    Salam Takzim batavusqu

    • citromduro mengatakan:

      Minal Aidzin wal Faidzin kang Zipoer

  5. Orin mengatakan:

    Semua orang selalu punya cerita tentang sarung ya mas :)

    • Citromduro mengatakan:

      ada yang unik, ada yang menarik
      kebetulan aja kakaakin bikin acara cerita sarung dong

  6. abedsaragih mengatakan:

    kunjungan dan komentar balik gan
    sekalian tukaran link

    salam persahabatan