Apa Yang Salah dengan Seorang Guru
10 Oktober 2010 21 Komentar
Apa yang salah dengan seorang guru. Saya bukan guru juga bukan pendidik. Saya tidak bisa mengajar dan tidak bisa mendidik. Bagaimana saya harus mengajar dengan kemampuan kompetensi yang tidak kompeten, bagaimana saya bisa menjadi pendidik sementara menjaga diri masih belum stabil bahkan bisa dikatakan terlalu bodoh mengurus diri sendiri.
Pantas kiranya jika murid tidak memahami apa yang saya sampaikan meskipun berulang-ulang. Mencoba memberikan pemahaman namaun juga tidak kunjung dipahami. Bukan murid yang salah, namun diri saya yang salah bukan sekedar keliru menyampaikan apa yang harus disampaikan, Menjelaskan apa yang harus dijelaskan, memaparkan apa yang harus dipaparkan.
Biarlah tulisan ini menjadi curhat atas kegagalanku selama lebih 5 tahun menjadi guru yang tidak pantas sebagai seorang guru. memang kompetensi yang dimiliki tidak sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan. Jangan salahkan murid jika mereka sulit memahami bahasa ataupun teknik yang harus disampaikan. sejak 2004 menjalani profesi sebagai seorang guru dengan ijasah yang tidak seharusnya sehingga menjadikan murid sebagai korban.
Kejadian tadi siang menjadikan saya merasa betul-betul tidak pantas untuk menjalani profesi tersebut, profesi seorang guru. Sudah mencoba menjelaskan secara perlahan dengan mempergunakan metode demonstrasi langsung pada LCD Projector dan dipraktekkan oleh siswa tentang internal command. hanya beberapa perintah internal command yang disampaikan DIR, Copy dan MD.
Dua kali mengulangi penjelasan dan demonstrasi selama 2×45 menit, 10 menit menjelang akhir jam pelajaran memberikan dua soal untuk membuat direktori dan mengkopikan semua file dari direktori aktif kedalam direktori yang sudah berhasil dibuat, hasilnya nihil. tidak satupun siswa yang bisa mengerjakan soal tersebut.
Baru sadar bahwa selama ini kejadian seperti itu sering terjadi yang tidak saya sadari. Sikap terlalu egois telah menjadikan diri ini lupa bahwa ada tanggung jawab yang harus dipikul dan diselesaikan. Siswa mencapai kompetensi harus dan menjadi tanggun jawab.
Itulah pengalaman siang tadi, jual jamu di depan siswa, namun tidak sebungkus jamu yang dijual laku. apa yang salah, teknik, metode, bahasa ataukah ini sebagai balasan atas kenakalan waktu sekolah dulu. Sekarang mendapat balasan atas apa yang telah diperbuat pada guruku dulu yang susah payah menginginkan saya bisa dan tahu dari sebelumnya tidak tahu. Mohon maaf bapak ibu guruku yang sekian tahun tidak bertemu untuk sekedar menjabat tangan dan mencium tanganmu guru untuk mendapatkan maaf atas segala kesalahan selama menjadi muridmu.










mungkin pembalasan kelakuan atas apa yang ente lakukan kali ya?
saya sih menganggap kalau guru itu seperti penjual kue,.
Dengan variasi kue yang ditawarkan, orang lebih banyak membeli.
mungkin juga sih
tidak bisa langsung menyalahkan murid, tapi harus bisa introspeksi diri
Ping-balik: Lama Tidak Update « CITRO MADURA
Dengan adanya tulisan bapak yang sangat menyentuh dan berani mengakui kekurangan bapak, saya yakin bapak adalah seorang guru sejati.. Karena tidak banyak guru yang berani bersikap seperti itu.