Sekedar Menulis yang Tak Perlu Dipikir
Ditulis oleh citromduro di/pada 7 November 2009
Sebuah peribahasan madura (parebasan) yang sebetulnya kalau dikaji memiliki filosofi yang cukup mendalam. Kalau di nilai pada kehidupan sekarang ini sudah mulai terkikis habis. bukan sekedar slogan atau kata mutiara yang terucap tanpa makna. kalau kita mau menerapkan parebasan tersebut yang merupakan bagian dari nilai norma pancasila sebagai jati diri bangsa yang sudah mulai terkikis dan terus menipis.
kisah si malin kundang yang sudah tidak menghargai orang tuanya itu sudah tidak mengacu pada parebasan diatas.
bapak babuk guruh ratoh. kedua orang tua adalah kunci utama kesuksesan dan keberhasilan kita dalam menjalani hidup ini. tanpa adanya kedua orang tua kita tidak mungkin hadir dan dapat menghirup udara segar dunia. tanpa guru yang banyak mengajari kita tentang banyak hal kita juga tidak dapat berbuat apa-apa.
pemerintah, pemerintah juga harus kita hormati, bukan di caci maki dengan umpatan yang kasar dan terkesan tidak bermoral. subhanallah. …… apa jadinya bangsa ini kalau rakyat sudah tidak dapat menghormati pimpinannya, sudah tidak dapat menghormati kedua orang tuanya dan tentu tidak dapat menghormati diri kita sendiri.
walau bagaimanapun kehidupan negeri ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. kita juga harus berperan aktif dan ambil bagian dalam mengatasi gejolak yang terjadi. bukan menambah dan membuat gejolak baru. apakah itu suatu cara untuk menemukan jati diri kita yang terkadang nampak sebagai suatu hal yang menentang. harus seperti itu kita untuk mendapatkan jati diri kita.
tapi pusing ah mikirin hal gituan. tulisan sekedar tulisan yang ditulis bukan karena lagi mabok duren atau sedang bersemayam di negeri para bedebah. kondisi lagi segar bugar di negeri tercinta ini
menulis dan menulis sekedar melatih otak untuk berpikir tentang kehidupan ini






























Pengumuman Non Kontes Pancasila Mengembalikan Jati Diri Bangsa | Mengembalikan Jati Diri Bangsa | Mengembalikan Jati Diri Bangsa | KangBoed berkata
[...] Citromduro – Sekedar Menulis yang Tak Perlu Dipikir [...]
Dua Buku Motivasi Keluarga « Batavusqu berkata
[...] Kang Citromduro [...]