Selama Ini kita Hidup Nyaman Di Tengah Sumber Penyakit

IMG0138ASakit, Penyakit kata yang seakan tidak mau kita dengar, apalagi kita merasakannya. namun sakit dan sehat adalah anugerah yang seharusnya selalu disyukuri. apalagi sehat wah itu harta yang paling berharga melebihi harta yang paling berharga yang kita miliki.

siapa yang ingin sakit dan berpenyakit. tidak ada kan……………….???????? Namun tidak kita sadari bahwa selama ini kita berada di suatu wilayah yang di sekeliling kita banyak sumber penyakit yang selalu mengintai kesehatan kita

Namun kita tidak merasa kawatir atau was was dengan kenyataan tersebut atau kita tidak menyadarinya atau memang karena kita sudah lama hidup di tempat kita yang tanpa disadari banyak sumber penyakit di sekitar kita. Namun penyakit tidak dapat kita tolak walaupun kita berada dalam lingkungan yang serba higenis dan seakan bebas dari penyakit. malahan orang yang kelihatan bergumul dengan sumber penyakit danĀ  kelihatan kumuh dan lusuh dapat merasakan dan menikmati hidupnya dengan yaman tidak terganggu dengan lingkungan sekitar yang mungkin bagi orang lain tempat itu tidak layak huni bagi manusia yang ingin hidup sehat.

KOMPAS.com – Secara umum penyakit dikelompokkan menjadi tiga, yakni penyakit yang bersumber dari binatang, penyakit yang menular langsung antar manusia, dan menyakit tidak menular. Dalam konteks organisme sebagai agen penyakit, diidentifikasi ada ribuan jenis spesies yang mampu menularkan penyakit ke manusia.

Tak sedikit spesies yang mampu menjadi penyebab zoonosis (penyakit yang ditularkan secara alamiah antara manusia dan hewan domestik atau satwa liar), hidup di sekitar kita, seperti nyamuk, tikus, kecoa, lalat, cacing, kucing, anjing, kera, dan semut.

Binatang yang hidup bebas di alam berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan peran yang seringkali tidak kita sadari. Misalnya untuk mengontrol populasi serangga. Namun bila hewan-hewan di alam ini mengganggu, maka ia dikategorikan sebagai hama.

Menurut pakar Entomologi Kesehatan Dr.Upik Kusumawati Hadi, M.S, hama adalah binatang pengganggu yang tidak berada di habitat semestinya dan merugikan manusia, termasuk juga menyebabkan penyakit.

Sebagai negara beriklim tropis, berbagai jenis penyakit yang bersumber dari binatang umum terjadi di Indonesia. Sebut saja DBD, chikungunya, filariasis (kaki gajah), malaria, leptospiroris, pes, rabies, dan cacingan.

“Dari segi fatalitasnya, nyamuk merupakan hama pembawa virus yang paling berbahaya,” kata dr.Daeng M.Faqih, Ketua Bidang Kesejahteraan Anggota Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.

Agar tidak menimbulkan risiko yang berbahaya, tentu hewan pembawa penyakit itu harus dikendalikan. “Rasanya tak mungkin memusnahkan semua hewan-hewan penyebab penyakit. Yang bisa kita lakukan adalah mengontrol populasi dan melakukan pencegahan agar binatang tersebut tidak berada di lingkungan kita,” tutur Upik.

Upik menuturkan, penggunaan bahan insektisida yang berbahaya bagi manusia dan dapat memusnahkan segala jenis binatang, termasuk pemangsa hama, harus dikurangi. “Utamakan cara-cara non pestisida, seperti sanitasi dan penutupan akses hama,” katanya dalam acara lokakarya Pengendalian Hama Terpadu Berwawasan Lingkungan yang diadakan oleh Rentokil Indonesia.

Untuk mengendalikan nyamuk, masyarakat hendaknya tidak berlebihan dalam menggunakan obat pembasmi nyamuk. Penelitian menunjukkan nyamuk di sejumlah wilayah di Jabodetabek resisten terhadap obat pembasmi hama. “Menyemprot nyamuk cukup setinggi satu meter, tak perlu seluruh ruangan,” saran Yuary Farradia, Direktur PT Rentokil Indonesia.

Farra menjelaskan, upaya menghambat perkembangbiakan hama bisa dilakukan dengan mempelajari kebiasaan binatang tertentu. Misalnya untuk nyamuk yang suka bersarang di pakaian yang tergantung atau belakang lemari dan meja, ia menyarankan agar penyemprotan dilakukan di lokasi tersebut.

Menurut Upik, penggunaan pestisida untuk memberantas hama sebaiknya dilakukan hanya saat diperlukan, yaitu saat terjadi ledakan populasi. “Setelah mereda, gunakan cara-cara alternatif non pestisida, misalnya dengan menjaga kebersihan dan sanitasi,” ujarnya.

Untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk, pastikan tak ada genangan air di sekitar rumah karena jentik nyamuk Aedes aegypti menyukai air yang bersih untuk menetas. Selain itu, jangan biasakan menggantung pakaian terlalu lama karena bisa menjadi sarang untuk nyamuk beristirahat.

Sementara itu agar tikus tidak masuk ke dalam rumah, kita bisa mencegahnya dengan cara membuat kontruksi bangunan yang tidak mudah ditembus tikus. Misalnya dengan memperkecil lubang-lubang pembuangan yang sering dijadikan akses masuknya tikus ke rumah.

“Indra penglihatan tikus tak terlalu baik, itu sebabnya ia selalu berjalan merapat di tembok. Oleh karena itu jika ingin memberi racun tikus, sebaiknya diletakkan di dekat tembok. Selain itu, identifikasi juga dari mana asal datangnya tikus,” saran Farra.

Biasakan pula untuk tidak menumpuk makanan di dapur dan menjaga kebersihan agar tidak ada makanan yang tercecer. “Ceceran makanan ini akan mengundang tikus, lalat, semut, atau kecoa,” kata Upik.

Perihal citromduro
Seorang anak manusia yang jauh dari sempurna belajar mengenal dunia melalui internet untuk mendapat tambahan pengetahuan dan berbagi sedikit dari sedikit yang diketahui dengan harapan dapat meningkatkan kedewasaan serta bisa hadir menjadi orang yang benar-benar dewasa. Apa yang anda baca pada tulisan diatas ini hanyalah sekedar corat coret, Jika merupakan suatu yang benar adalah kebetulan, jika merupakan suatu yang salah adalah memang keterbatasan dari sang penulis yang serba terbatas. Untuk mengikat silaturahmi, silahkan tinggalkan komentar apapun, makian sekalipun mungkin itu akan menjadi cambuk bagi diri saya. Kunjungi juga blog personal citrosblog[dot]com, Atau SEO Learning ala newbie versi inggris, atau bergabung pada sebuah group Warung Blogger untuk saling bercanda dan berbagi disana. Salam hangat selalu dari pamekasan madura

3 Tanggapan untuk Selama Ini kita Hidup Nyaman Di Tengah Sumber Penyakit

  1. dgs mengatakan:

    ada 1001 bencana yang mengancam umat manusia dari luar angkasa
    belum terhitung dari dalam bumi itu sendiri
    ada 1001 skenario kecelakaan yang akan menimpa kita

    tapi kita tetap selamat, kenapa?
    itulah hidup

    you’ll never understand it, just live with it.

    • citromduro mengatakan:

      betul tidak perlu kita takuti segala hal yang terjadi dan ada di alam ini
      kita hanya harus berhati-hati dan selalu waspada serta selalu instrospeksi diri

  2. Siti Wahyuni Rahayu mengatakan:

    thank’s, sangat bermanfaat