CITRO MADURA

Hidup Adalah Saat Ini, Bukanlah Kenangan Hari Kemaren atau Impian Hari Esok

Biaya Kesehatan Akibat Rokok Rp. 180 Triliun

Ditulis oleh citromduro di/pada 13 Oktober 2009

wah bikin takut buat merokok, apalagi waktu tidur. soalnya pernah mengalami saat menjelang terlelap ternyata rokok jatuh kebantal dan membakar hampir sebagian bantal yang ditiduri. makanya jadi takut merokok waktu tidur. paling merokoknya waktu tidur dalam mimpi aja.

apalagi sekarang berita yang keluar bahwa dana untuk biaya kesehatan akibat rokok trilyunan. berapa jumlah uang Rp. 180 triliun kalau pecahan 100 ribu. mungkin ditumpuk dikamar lebih buat kasur, bantal dan selimut. andai saja pernah mimpi punya uang sebesar itu. bagaimana kalau memang benar merokok itu dilarang oleh pemerintah, bagaimana nasib perokok seperti aku ini, bagaimana juga nasib petani tembakau yang belum bisa beralih pada komoditas yang lain sebagai penghasilan dan harapan utama pada musim tembakau di Madura ini.

udahlah kenapa harus pusing, itukan masih nanti, semoga saja kalau perundangan itu sudah benar-benar diterapkan aku bisa mengatasinya beserta para petani dapat menemukan komoditas yang lain sebagai pengganti dari hasil tembakau.

RokokPemerintah Indonesia dinilai telah terjebak serta tidak memiliki visi dan kepedulian untuk melindungi rakyatnya, terutama anak dan remaja, dari bahaya rokok. Pemerintah dinilai cenderung mengutamakan industri rokok ketimbang kesehatan rakyatnya.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau FA Moeloek dalam jumpa pers di Gedung Kebangkitan Nasional Stovia, Jakarta, Minggu (11/10). “Pemerintah telah terjebak serta tidak memiliki visi dan kepedulian untuk melindungi rakyatnya dari bahaya rokok,” katanya.

Dalam roadmap industri rokok tahun 2007-2020 pemerintah, menurutnya, telah menargetkan peningkatan produksi rokok dari 220 miliar batang pada 2007 menjadi 240 miliar batang pada 2010 hingga 2015, dan terus meningkat menjadi 260 miliar batang pada 2015 hingga 2020.

Roadmap tersebut, menurutnya, bukan menolong kesehatan, tetapi justru menjerumuskan rakyat ke lembah kemiskinan, kebodohan, dan kehancuran masyarakat. “Dan, Indonesia menghabiskan Rp 180 triliun untuk biaya kesehatan akibat penyakit terkait tembakau atau 5,1 kali lipat pendapatan negara dari akibat cukai rokok,” katanya.

Lebih lanjut, Moeloek mengungkapkan, konsumsi rokok di kalangan remaja di Indonesia telah mengalami peningkatan 144 persen dalam kurun waktu sembilan tahun (1995 hingga 2004). Berdasarkan hasil dari sebuah penelitian, sebanyak 99,7 persen anak-anak Indonesia ternyata melihat rokok dari iklan rokok di televisi, sedangkan 76,2 persen remaja melihat iklan rokok di koran dan majalah. “Lebih dari 70 persen anak Indonesia terpapar asap rokok dan menanggung resiko penyakit akibat rokok. Maka itu, pemerintah perlu mengadakan larangan total iklan rokok,” katanya.

Satu Tanggapan ke “Biaya Kesehatan Akibat Rokok Rp. 180 Triliun”

  1. din berkata

    kalau beli beras brapa karung brooo?

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>