Warga Malaysia Bersyukur Noordin M Top Tewas
Ditulis oleh citromduro di/pada 10 Agustus 2009
VIVAnews – Peristiwa penyergapan yang dilakukan Densus 88 di sebuah rumah di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu 8 Agustus kemarin yang berbuntut pada tewasnya gembong teroris Noordin M Top, menjadi hedaline sejumlah media di Malaysia.
Menurut Direktur Indonesia Sosiologist Research di Malaysia, Chaeruddin Harahap, pemberitaan tersebut meyakinkan warga Malaysia jika Noordin M Top sudah tewas ditembak aparat kepolisian Indonesia.
“Mereka bersyukur dengan matinya Noordin. Karena berarti gangguan keamanan di Kawasan Asia Tenggara berkurang,” kata Harahap.
Dalam pemberitaan tersebut, media Malaysia juga mengutip gambar-gambar penyergapan oleh Densus 88 Mabes Polri.






























Bernardia Vitri berkata
Baguslah kalau orang di asal negeri Noordin juga lega kalau dirinya mati…..
citromduro berkata
kayaknya nurdin memang tidak ada yang suka kecuali ganknya tuh
tapi kasian juga tuh nurdin
di dunia aja matinya sengsara gimana kelak ya….?
maridup berkata
Di Pesantren Ba’asyir Cs mengajarkan untuk tidak menghormati Merah-Putih, juga mengajarkan penolakan terhadap Pancasila, bagi yang mengikuti dianggap murtad.
Ba’ssyir Cs melarikan diri ke Malaysia dan membentuk JI mendidik banyak Nurdin M Top, juga banyak Dr. Ashari, dan banyak nama-nama lainnya, dengan tujuan mendirikan Negara Islam di Asia Tenggara dan menolak Demokrasi, maka kacau Indonesia, Kacau Filippina, Kacau Thailand dengan terror, semua kekacauan bersumber dari Malaysia.
Semua umat Islam dan umat lainnya menghujat aksi-aksi terror kecuali Ba’asyir CS dan sejenisnya. Ba’asyir menolak Demokrasi namun diselamatkan oleh prinsip-prinsip demokrasi. Selamatlah dia menikmati demokrasi yang diharamkannya, artinya Ba’asyir bukan berada di belakang Islam yang damai. Lalu dibelakang siapa?
Malaysia adalah negara federasi yang didukung oleh 13 kesultanan yang berdiri sendiri-sendiri secara internal. Urusan luar dipercayakan kepada Perdana Mentri sebagai perwakilan negara untuk tujuan bersahabat diantara negara tetangga di ASEAN. Apakah sikap bersahabat ada pada beberapa kesultanan? TIDAK. Sejarah panjang terbentuknya kesultanan di semenanjung menceritakan banyak hal tentang keterkaitan aksi terorisme di Asia Tenggara.
Kita jangan tutup mata untuk menuduh anak bangsa sebagai sumber aksi terror di Indonesia. Jangan kebiri Islam Indonesia disamakan dengan Islam Ba’asyir. Siapa Ba’asyir? apakah dia anak bangsa Indonesia? kalau bukan, lalu bagaimana?