Tidak Pernah Mengeluh Walau Sering Disakiti
21 Juli 2009 8 Komentar
Lima belas tahun sudah setia menemani keseharianku. Dalam suka dan dukaku. Susah dan senang, bejalan, berlari, bersantai atau dalam kesibukanku. Hanya tidur yang jarang ditemaninya. Kemanapun aku pergi hampir selalu ditemaninya. Kesetiaanya tiada banding walau sering aku sakiti dan kuinjak – injak dan kuikat, dia jarang mengeluh walau sering diperlakukan seperti itu.
Bagaimana jadinya aku tanpanya, bagaimana aku melangkah tanpa bantuannya. Bagaimana aku berbuat tanpa dukungannya. Sungguh besar pengorbanan yang telah dilakukannya.
15 tahun sudah pengorbanannya untukku. Apa balasanku, apa kebaikanku selama ini. Dia selalu kuinjak tanpa rasa iba sedikitpun. tak sepatah kata terima kasih terucap padanya, atas segala pengorbanan selama ini.
Mengeluhkan ia dengan segala perbuatanku selama ini???? Tapi kenapa dia selalu saja menemaniku walau siksaan
demi siksaan yang sangat tidak manusiawi sering kulakukan terhadapnya. Namun setia dan selalu setia menemaniku, menjadi penemangatku, menjadi pendukungku dalam melangkah. Dia selalu ada ketika kubutuh, dia tidak mengeluh walau harus diasingkan bahkan ditempatkan dengan tidak layak. Bahkan terkadang dia rela merebah di bawah kolong jika aku tidak butuh, namun dia selalu tanggap jika aku butuh.
Sungguh pengorbanan yang tidak dapat aku balas dengan apapun. Semoga suatu saat aku dapat membelikan sesuatu bagimu. Sesuatu yang baru yang bisa menjadikanmu senang juga membuatku lega.
Terima kasih kaki palsuku …………….!!!!!










Ping-balik: How To Answer It? | CiTrO uNiK
Ping-balik: Belajar Bisnis Online Demi Sebuah Cita-cita | CiTrO uNiK
semangat kang Citro.. justru saya salut dengan anda.. dengan sebuah keterbatasan anda masih bisa berkarya… sekali lagi saya hanya bisa berkata SALUT..!
Subhanallah,,,baru tau berita ini,,saya jadi malu dengan sampean Cak, dengan keterbatasan yang sampean miliki, sampean bisa berkarya tanpa putus asa dan tidak banyak mengeluh,,,,SEMANGAT Cak Citro
terima kasih kang sofyan atas supportnya
Semangat ya, Mas…
Alhamdulillah masih diberikan kesempatan oleh Allah Ta’ala untuk merguna bagi orang lain
Ternyata ini postingan 2 tahun yang lalu. Awalnya agak bingung pasa baca blog satunya yang menulis 17 tahun
he. he.. tulisan lawas mbak
terima kasih atas supportnya
Ping-balik: Tidak Bisa Menulis Gurindam « CITRO MADURA