Kelulusan Bukan Suatu Kemenangan
16 Juni 2009 5 Komentar
Kelulusan UN dirayakan sebagai suatu kemenangan dan keberhasilan. Berhasil menuntaskan studi dengan hasil yang baik atau bahkan pas-pasan. Tapi kelulusan dirayakan dengan penuh kegembiraan bagaikan seorang nara pidana yang baru menyelesaikan masa hukuman dan keluar dari pintu rutan. Ada yang sujud syukur dengan kelulusan, ada yang mencorat-coret seragam, berkonfoi dan segala macam cara sebagai pelampiasan rasa bahagia kelulusan. Bahkan dari beberapa kalangan siswa SLTA yang meniru kebiasaan orang barat. Kelulusan SLTA ditandai juga dengan pelepasan keperjakaan atau keperawanan (Na’udzubillahimindalik). Suatu adat kebiasaan yang sudah seharusnya ditinggalkan dan diperbaiki. Masih banyak cara lain sebagai ungkapan kebahagiaan atas keberhasilan menempuh studi selama di SLTA. Banyak cara yang dapat dilakukan tidak harus dengan mengecat baju seragam yang masih dapat dimanfaatkan oleh orang lain yang membutuhkan. Masih banyak cara lain selain berkonvoi rame-rame dan menggangu ketertiban umum. Terkadang apa yang dilakukan siswa – siswi Indonesia dalam merayakan kelulusan dan meluapkan rasa bahagianya bagaikan orang yang tidak mengenal pendidikan, arogan dan berkesan tidak bermoral sebagai bangsa timur yang dikenal dengan ada dan moral sebagai cerminan nilai budaya yang luhur. Dalam oretan ini, apa yang saya tuliskan bukanlah sebagai kritik bagi para siswa yang telah merayakan kelulusan dan para siswa yang bakal mengalami hal serupa. Namun hal ini hanyalah sekedar opini yang belum tentu dapat diterima secara umum. Ini hanya berdasarkan pemikiran sepihak dari saya saja dan penilaian sekilas dari apa yang didapat dari media tentang berita – berita perayaan kelulusan UN. Namun perlu disadari wahai para pelajar Indonesia, bahwa kelulusan bukanlah akhir dari suatu perjuangan dan merupakan suatu kemenangan. Kelulusan UN adalah suatu awal dari perjuangan yang lebih banyak tantangan dan lebih berata tantangan itu menghadang di depan kita.
Setelah selesai dari UN masih ada dan banyak lagi ujian – ujian yang akan dihadapi dalam kehidupan. Bagi mereka yang akan melanjutkan studi, pendidikan setelah SLTA akan lebih berat lagi atau bagi mereka yang akan terjun dalam masyarakat. Bagi mereka yang akan terjun di tengah – tengah masayarakat maka penilaian yang awalnya sebagai seorang pelajar akan berubah, mereka – mereka yang sudah terjun kedalam masyarakat akan dianggap sebagai orang – orang yang telah memiliki kedewasaan dalam berfikir dan bersikap.
Jadi keluluan bukanlah suatu pesta kemenangan melainkan suatu awal perjuangan yang lebih berat dengan segala bentuk tantangan yang belum pernah ditemukan bahkan belum pernah terpikirkan sebelumnya.
Mari mulai alam pikiran kita para pelajar Indonesia, beradap dan memiliki kemajuan itu tidak harus meniru orang barat, tidak harus meniru orang lain yang belum tentu itu benar. Tapi yang dikatakan beradap dan memiliki kemajuan (atau istilah kerennya sekarang anak GAUL) adalah kita dapat menunjukkan jati diri nenek moyang kita yang sebenarnya. Ini lo pelajar Indonesia, ini lo saya yang dapat memajukan diri dan bangsa dan tetap memegang teguh warisan nenek moyang sebagai manusia dan masyarakat dan budaya luhur bangsa timur.
Biarlah kita dikatakan terbelakang namun kita tidak berada dibelakang siapapun. Biarlah kita dikatakan tidak beradap dan tidak memilki kemajuan, namun tanpa diketahui siapapun kita telah memiliki apa yang tidak dimiliki oleh orang lain dan menjadi kebanggaan bagi kita yang dapat kita jadikan maskot. Maju terus pemuda Indonesia, jangan mau dijajah secara halus oleh bangsa manapun, pertahankan segalanya termasuk moral kita yang sudah dikenal sejak dahulu.
Sekian dulu oretan ini, walau tidak memiliki arti namun semoga saja bermanfaat dan memberikan semangat bagi kita semua dan juga bagi para penerus kita.
Kata pepatah
kalau ada sumur diladang, bolehlah numpang mandi
Kalau ada umur panjang boleh oretan dan dibaca lagi
Terima kasih










keberhasilan UN cuma keberhasilan kecil yg mungkin tidak ada artinya di banding dengan ujian hidup yg sesungguhnya
c u….
ajakan yang mulia Mas, masih banyak siswa siswi yang merayakan kelulusan dengan hura-hura sebagai lepas dari beragam aturan sekolah katanya. Padahal seiring dengan bertambah usia akan semakin banyak pula urusan yang harus dilakukan.
Terima kasih sekali.
Salam :0
terima kasih kang yayat
lulus merupakan awal dari satu fase perjuangan baru, banyaklah bersyukur
betul itu gan
masih banyak yang harus dilakukan dari kelulusan
ingat……..ingat………